Pengintip

Minggu, 17 April 2011

Aku Takut Aku Lupa

Malam itu aku sedang tertidur pulas, aku mendengar kakakku dan mamahku yang meributkan sesuatu. Mamahku menangis, Aku pun terbangun untuk melihat apa yang sedang terjadi. Aku buka pintu kamarku dan berjalan menuju kamar mamahku. Aku melihat dirinya sedang tersungkur di lantai, mengoceh tak menentu.

Itu adalah awal mulanya sebuah cerita sakitnya ayahku. Kalau aku tidak salah kejadiannya 8 tahun yang lalu ketika aku sedang duduk di bangku SMA kelas 2. Ayahku terkena penyakit stroke yang menyebabkan suatu pendarahan di kepalanya dan melumpuhkan kaki serta tangan bagian kanannya.

Aku masih ingat seluruh ucapannya yang meracau, aku menemaninya di dalam ambulance yang membawanya pergi ke Rumah Sakit Boromeus. Di dalam sana ia terus meracau dan meracau, aku hanya bisa menangis dan berkata, "Pah,, tenang yah pah.. ini kita di dalam ambulance mau ke rumah sakit."

Ayahku berada di rumah sakit dalam jangka waktu yang lama. Keadaannya sempat kritis dan tubuhnyanya pun dipenuhi oleh selang untuk membantunya bernafas. Aku saat itu masih berumur 16 tahun belum bisa berpikir secara dewasa hanya bisa menangis dan menangis. Suatu hari aku dihubungi untuk segera ke rumah sakit. Setibanya di sana banyak orang menatapku dan mengatakan kepadaku untuk ikhlas dan sabar. Aku mempercepat langkahku menuju ruangan ICCU, aku melihat mamahku sedang menangis di samping papahku.

"Pah,,,?"
"Ade udah dateng?"
"iya.. Pah"
"Ade harus belajar yang rajin yah,, jangan suka bertengkar sama aa. harus dengerin kata-katanya mamah, aa, dan om tedy"
"Iya Pah,, Papah cepet sembuh dong jangan tinggalin ade. Papah berdoa"
"Iya, ade bantu papah berdoa yah.. gimana tuh de doanya yang Bapak kami dalam surga?"
(aku hanya terdiam dan menangis. mungkin papahku lupa Ia sudah pindah agama)
"Papah jangan yang itu doanya, yuk baca Al-Fatihah ikutin ade yah..."

Aku pun menuntunnya untuk membaca doa pembuka di Ayat suci Al-Qur'an tersebut. Selesai membacakan doa aku pun diantar pulang dan keadaanku saat itu kacau balau. Ketika aku bertemu kembali dengannya, aku tersenyum. Ternyata keadaan papahku sudah membaik, aku tidak lagi melihat selang-selang pernafasan di tubuhnya.

Papahku kembali ke rumah. Papahku yang sudah tidak seperti dulu lagi. Papahku yang kondisinya lumpuh dan lemah tidak berdaya. Kami sekeluarga pun merawatnya. Saat itu dengan keegoisan aku yang berumur 16 tahun aku hanya berpikir bahwa kehidupanku telah berubah, aku sudah tidak bisa mendapatkan servis seorang ayah sejak saat itu.

Umurku segera beranjak menjadi 17 tahun, aku ingat aku merengek ingin dibuatkan sebuah pesta. Aku merengek dan merengek kepada mamahku, tapi mamahku tidak mau membuatkan sebuah pesta. Aku marah, sangat marah dalam hatiku pun aku menyalahkan keadaan papahku. Bisa dibayangkan hal itu? keegoisan seorang anak ingusan kepada orang tuanya. Tapi apa yang terjadi? pesta tetap berlangsung, dipilih sebuah hotel yang memudahkan papahku untuk ikut hadir dalam pesta.

Aku ingat saat itu saat membacakan doa. Papahku menangis saat itu, aku melihatnya. Aku pun meneteskan air mata, begitu pula dengan kakakku. Aku merasa sebuah kesedihan seorang ayah yang menghadiri pesta ulang tahun ke-17 anak kesayangannya, dengan keadaan yang tidak seperti dulu lagi.

Aku bisa dibilang adalah anak kesayangan papahku. Papahku itu akan melakukan apa saja untuk aku. Barang yang aku minta pasti dibeliin, aku mau pergi pasti diantar dan dijemput, dan aku mau sekolah pasti dia mengusahakan agar aku bisa masuk sekolah pilihanku. Aku terlalu dimanja olehnya sehingga aku kesal ketika aku tidak bisa mendapatkan kemanjaan itu lagi. Tapi papahku itu memang terlalu sayang kepadaku, sehingga diwaktu Ia sudah tidak sehat seperti dulu, dia akan tetap berusaha untuk membuat aku bahagia dengan caranya.

Ketika aku baru masuk kuliah di fikom ingin rasanya aku punya kamera SLR. Aku mengatakan keinginan tersebut kepada ayahku, dalam waktu 2 minggu kamera pun sudah aku dapatkan. Ketika aku ingin punya handphone baru, selang berapa hari kemudian handphone baru pun aku dapatkan, apa yang aku minta pasti akan selalu dikabulkan olehnya. AKU TERLALU EGOIS!!! AKU SANGAT EGOIS!!! sebenarnya anak macam apa aku, dengan kondisi papah yang seperti itu masih menuntut ini dan itu.

Bahkan pernah suatu hari aku sedang berlibur di jakarta. Karena kelalaianku aku menghilangkan dompetku. Semua uangku hilang saat itu tidak ada sepeser pun. Aku menelepon ayahku dan mengatakan dompetku hilang dan aku ingin pulang. Selang beberapa waktu kemudian papahku datang ke Jakarta menjemputku bersama seorang supir. Begitu pula ketika aku pergi KKN, dengan membawa 40 kotak kueh untukku dan teman-temanku ia menempuh jarak ratusan kilometer dan berjam-jam di dalam mobil menuju Jampang Kulon. Setibanya di sana, ia hanya duduk di dalam mobil dan menyapa teman-temanku lalu kembali lagi ke Bandung.

Tahun demi tahun pun berlalu. Papahku semakin tua dan semakin buruk kondisinya. Suatu hari ayahku tidak bisa dihubungi. AKu menyuruh supir pribadi yang setia kepadanya untuk datang ke rumah melihat apa yang sedang terjadi. Tapi papahku yang saat itu masih bisa berjalan dengan menggunakan tongkat, tidak kunjung membuka pintu. SUNGGUH EGOISNYA aku tidak cepat-cepat pulang ke rumah, aku malah tertawa riang dengan teman-temanku. Setibanya aku di rumah, aku mendapatkan papahku yang terjatuh di dalam kamar mandi. Ia sudah berada di sana selama kurang lebih 10 jam dan menggigil. Aku segera menolongnya dan menelepon ibuku lalu membawanya menuju rumah sakit terdekat. Saat itu aku menangis menjadi-jadi seorang diri, tak mau papahku melihat aku yang menangis. Hujan turun sangat deras malam itu. Tapi papahku tetap tersenyum dan berkata "ade dari mana barusan?"

Kejadian lainnya adalah ketika kaki papahku yang selalu bengkak. Bengkaknya menjadikan ia susah berjalan dan menaikkan kaki ke atas kasur. tapi EGOISNYA aku, aku suka malas untuk membantunya menaikkan kaki. Dan sering sekali aku kesal jika papah menyuruh aku. TOLOLNYA aku BODOHNYA aku, kenapa aku harus seperti itu dengan keadaan papahku yang seperti itu. Suatu malam ia meneleponku berpuluh-puluh kali tapi aku terlalu lelah untuk menggubrisnya karena aku sedang sakit. Tapi lama kelamaan aku pun mengangkatnya, dan dia meminta tolong kepadaku. Aku turun dari kamarku menuju kamarnya di lantai bawah. Aku melihat dirinya yang tidak berdaya sedang kesakitan. aku panik saat itu, aku sendirian di rumah karena ibuku sedang dinas ke luar kota. TUbuhku gemetar, pikiranku buntu, aku tak tahu harus bagaimana. Aku membantu papahku untuk tidur tapi dia sangat gelisah. Aku menghubungi kakak dan ibuku terus menerus untuk segera pulang.
Aku seperti orang bodoh yang tidak bisa mikir. Aku malah menulis status di YM "Ya Allah berikanlah selalu yang terbaik untuk ayahku". Salah satu temanku yang membaca status aku langsung menghubungiku dan bertanya apa yang telah terjadi. Aku menjelaskan kondisi yang sedang aku hadapi dan kesulitan aku berpikir untuk bertindak, Temanku itu pun menawarkan untuk mendatangiku tapi aku tolak, karena aku tidak mau melibatkannya dengan kondisi saat itu. Dia pun akhirnya memandu aku untuk melakukan beberapa hal seperti segera membawa papahku menuju rumah sakit, mengingat mamah dan kakakku sudah berangkat menuju Bandung.

Hari demi hari keadaan papahku tidak pernah membaik. bahkan ketika ada yang bertanya tentang keadaannya aku pun bingung harus menjawab apa. Papahku semakin renta dan tidak berdaya. Anehnya selalu saja ada tingkah lakunya yang membuah aku kesal. Bahkan dia melakukan tindakan-tindakan yang merugikan untuk dirinya sendiri yang ternyata pada akhirnya membuatnya tidak tenang. Terkadang aku dan mamahku ingin sekali menyerah, tapi aku tidak mau selama aku mampu aku ingin mengurus papahku.

Kesabaranku pun suatu hari habis. aku seperti bom atom yang meledak ketika menghadapi papahku yang pada kenyataannya saat itu tidak berdaya. Aku marah seperti orang gila, tidak mengenal perasaan papahku aku marah menjadi-jadi. AKu kesal. itu lah brengseknya aku egoisnya aku, menyebalkannya aku. papahku mungkin menangis dan merasa sedih melihat anak kesayangannya seperti itu. tapi papahku tetap papahku keesokkan harinya ia meneleponku dan bertanya "ade ada dimana? hati-hati yah,, cepat pulang".

Aku pun pulang saat itu, menatap papahku yang sedang terduduk lunglai menatap jendela.
"Pah"
"Eh ade udah pulang"
"Iya,,"
"De, ada biskuit ga? papah lapar"
"Ih papah makan melulu deh, tunggu ade ambilin"

Hari itu adalah hari dimana aku melakukan pembicaraan dengan dirinya cukup lama. Aku duduk di sampingnya menatap televisi dan menangis. Entah mengapa saat itu aku sedih sekali melihatnya. Aku merasakan sebuah kesepian dan lara dari dalam dirinya. Mungkin salah satu penyebabnya adalah aku anak yang tidak berguna ini.

Tiga bulan terakhir ini keadaan papahku semakin parah. Ia sudah sulit untuk berjalan, sehingga hanya menghabiskan hari-harinya di dalam kamar. Kalau mau keluar kamar harus dibantu berdiri dan didudukan di kursi roda. Aku ingat hari-hari dimana aku berusaha sekuat tenaga menggotongnya seorang diri untuk ke kursi roda, membawanya ke taman belakan dan mencukur rambutnya. Saat itu ia tidak percaya aku bisa memotong rambutnya dan tertawa. Setelah itu aku pun memandikannya.
Dua bulan terakhir dia sudah sulit untuk beranjak dari kasur. Papah hanya mampu tidur dan duduk saja. Nafsu makannya pun berkurang, Tidak lama papahku sudah sulit untuk duduk, sehingga harus selalu dibantu segala sesuatunya. Aku melihat dirinya yang sungguh tersiksa, tapi aku memang bukan anak yang baik yang tidak bisa bahkan tidak mau membantunya.

Beberapa hari yang lalu papahku hanya bisa tidur saja. Aku sadar kondisinya yang memburuk, aku pun selalu bertanya tentang keadaannya tapi ia pun selalu berkata tidak apa-apa hanya minta dibuatkan oat meal. Aku menawarkan bantuan untuk duduk tapi ia menolaknya, karena ia merasa dirinya berat dan aku akan kesusahan.

Tiba hari itu, hari kamis tanggal 14 April 2011. Aku merencanakan perjalanan menuju jogja dengan temanku. tapi entah mengapa saat itu aku malas pergi dan ibuku pun tidak memberikan ijin kepadaku. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak pergi, menukarnya dengan pergi ke gede bage dan nonton film di bioskop.
Aku masuk ke dalam kamar papahku, melihatnya sedang tertidur dan aku pun membangunkannya.
"Pah..."
"Ya de,,,"
"Apa yang papah rasain hari ini?"
"baik-baik aja de,, cuman tadi papah makannya sedikit. mau muntah"
"oia, trs udah muntah?"
"Udah tadi sedikit.."
"papah ko tidur terus sih?"
"iya.. papah ngantuk"
"ade pergi dulu ya pah"
"ade mau pergi ke luar kota yah?"
"engga ko pah, cuman mau ke gede bage"
"oia hati-hati yah,, mamah udah pulang belum"
"belum mamah masih di kantor"
"mamah ke luar kota?"
"engga, mamah di kantor.. ade pergi ya pah.. kalau ada apa-apa papah langsung telepon ade aja"
"iya, hati-hati"

Aku pun pergi, tapi entah mengapa aku rasanya berat hati untuk pergi saat itu.

Aku pun smsan dengan temanku yang mengajak pergi ke jogja. aku bilang kepadanya aku ingin pergi tapi aku ga bisa. temanku bilang kalau hujan tidak berhenti, ia akan pegi besok paginya. AKu pun tergiur oleh ajakannya dan setuju kalau dia pergi pagi aku akan ikut berangkat.

Sepulangnya ke rumah, aku segera menghampiri papahku. Ia tertidur saat itu. Yang biasanya aku selalu membangunkannya, malam itu aku enggan membangunkannya. Karena aku melihatnya ia sedang nyenyak tertidur. Entah mengapa aku selalu bulak balik ke kamar papahku untuk melihatnya. tapi aku hanya mendapatkan ia sedang tertidur dan bernafas. Akhirnya aku memutuskan untuk segera tidur agar bisa berangkat ke jogja pagi-pagi dengan temanku. Sebelum tidur aku masih bisa mendengar suara papahku yang sedang tertidur, dan aku pun memasang alarm aagar bisa bangun pukul 4. dan aku pun tertidur.

Pukul 4 tanggal 15 April 2011 aku bangun. Saat itu aku terdiam dan hanya memikirkan papah. Benakku dipenuhi oleh papah dan kain kavan, entah mengapa. Aku segera turun dan masuk ke dalam kamar papahku. Aku melihatnya saat itu. Matanya tertutup, mulutnya tertutup, perutnya tidak bergerak seperti biasanya ketika ia sedang bernafas. Aku hanya diam,  diam dan diam.

Saat itu aku hanya berpikir papah tidurnya pulas sekali. aku pun melangkah masuk untuk memandangnya, lagi-lagi aku diam. Aku pergi mengambil termos untuk memasak air, untuk air minum papahku. menunggu air matang, aku kembali lagi melihat papahku yang terdiam disana, aku melihatnya dan aku hanya diam. Air matang aku pun memasukkannya ke termos, dan mengambil gelas untuk papahku. Aku kembali ke kamarnya dan menaruh di meja dengan kasar dengan harapan papah bangun untuk melihatku yang ceroboh. Tapi papah hanya diam dan aku pun diam.

Aku hanya berpikir papah lagi tidur pulas. Aku pun pergi mandi, di kamar mandi aku banyak berpikir dalam diam. Sehabis berganti pakaian aku kembali ke kamar papah dan memandangnya, tapi kali ini aku tidak diam.
"pah.."
tidak ada jawaban
"pah.."
lagi-lagi tidak ada jawaban
aku tepuk kakinya "paah,,,"
tidak kunjung menjawab.
aku melangkah mendekatinya, ku pegang tangannya, dan tangannya pun dingin.

Aku gemetar dalam diam, aku memanggil mamahku. Kami berlari kembali ke dalam kamar papahku dan masih mencoba membangunkannya, tapi papahku tidak kunjung bangun hanya terdiam dan dingin.

Papah meninggal dengan tenang di dalam tidurnya. Aku melihat papah tertidur pulas tidak merasakan kesakitan seperti malam-malam yang lalu. Papah pergi menunggu aku tertidur terlebih dahulu, karena papah mungkin tidak ingin pergi ketika aku masih terjaga karena mungkin papah akan tau aku pasti ketakutan.

Aku ikhlas, sungguh aku ikhlas. Karena aku tahu ini adalah yang terbaik untuk papah. Papah tidak merasa tersiksa dan kesakitan lagi. Aku tahu papah sekarang lebih tenang dan aku tahu dengan doaku dari sini papah pasti bahagia di sana. Aku selama ini sayang sama papah, selalu ku sayang papah. Aku menyesal sangat menyesal tidak sempat meminta maaf sama papah, tapi aku yakin papah udah maafin aku. Aku tegar disini, aku tabah,, jadi aku tahu papah tenang disana ga sakit, ga kedinginan dan papah juga ga lapar. Papah pergi hari jumat yang kayanya adalah hari baik, banyak yang berdoa untuk papah hari itu. AKu tahu papah selalu ada di sini, di hati aku, untuk selalu memanjakan aku.

maaf pah,, selama ini papah mungkin ga pernah tau kalo aku sayang papah karena aku ga pernah bilang. Aku sayang sama papah, apa pun kata orang, apa punn yang terjadi, papah tetap papah aku yang terbaik.

Sabtu, 12 Juni 2010

Menikmati Kekayaan Kabupaten Lampung Selatan

 
Dari kejauhan bangunan Menara Siger yang unik nan megah siap menyambut kedatangan para wisatawan yang tiba di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, 28 Mei 2010. Wisatawan yang berangkat dari Pelabuhan Merak dini hari, tiba di Pelabuhan Bakaheuni seiring dengan matahari pagi yang mulai bersinar
.
Menara Siger adalah salah satu ikon dari Provinsi Lampung.Bentuk bangunannya sangat menarik perhatian sehingga cocok dijadikan sebuah ikon dari provinsi yang menjadi gerban antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera ini. Menara yang memiliki atap seperti tanduk yang berwarna kuning ini berskala internasional sehingga akan dijadika sebuah potensi aset wisata di wilayah Lampung.
 

Tidak lepas dari Menara SIger, Pelabuhan Bakauheni juga memberikan kesan tersendiri. Pelabuhan yang terletak di ujung timur pulau Sumatera ini, seketika dipenuhi oleh para Wisatawan yang hendak menhabiskan liburan panjang mereka di Lampung. Satu persatu kendaraan dan penumpang keluar dari kapal feri yang telah membawa mereka mengaruhi Selat Sunda selama 2 jam. Setiap harinya atusan trip feri melayani arus penumpang dan kenderaan dari dan ke Pulau Sumatra melalui Pelabuhan ini.

Tujuan salah satu rombongan yang ingin menghabiskan liburannya di Lampung ini adalah Pulau Sebesi dan Anak Krakatau. Dari Bakauheni untuk mencapai Pulau Sabesi, pertama-tama harus melalui jalan darat menuju Dermaga Canti. Jarak dari pelabuhan menuju dermaga +/- 35 km, bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan.

Satu khas dari berbagai khas Pulau Sumaetra adalah bagaimana seorang pengemudi mengemudikan kendaraannya. Sesuai dengan gaya bicara orang Sumatra yang keras, mereka juga memacu kendaraan dengan cepat. Seolah tak mengenal maut, kendaraan pun melesat, sehingga tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk menempuh jarak 35km tersebut menuju dermaga Canti.

 

Dermaga Canti berada di desa Canti, Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan. Dermaga  yang dibangun oleh masyarakat Desa Canti ini, terbuat dari kayu-kayu bantangan. Walaupun sederhana, dermaga ini menjadi penghubung dengan pulau-pulau yang berada di Lampung Selatan. Melalui pelabuhan ini, setiap hari penduduk yang tinggal di Pulau Sebesi menyebrang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.


Kapal Motor Bagus Karya yang berlabuh di Canti adalah salah satu kapal yang membawa Wisatawan untuk menghabiskan waktu liburannya. Kapal motor ini bisa menampung 20 orang penumpang. Selama 1,5 - 2 jam Bagus Karya membelah Selat Sunda menuju pulau Sebesi dan melewati gugusan
Pulau Tiga, Pulau Sebuku dan Pulau Kumang-Kumang.

Melewati gugusan pulau tersebut bisa membuat wisatawan terbuai dengan keindahan alam yang disajikan. Tiga pulau tersebut baru sebagian kecil saja dari lukisan kepulauan Indonesia. Indonesia adalah negara kepulauan di Asia Tenggara yang memiliki 17.504 pulau besar dan kecil. Dari Seluruh pulau tersebut sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni, menyebar disekitar khatulistiwa dan memberikan cuaca tropis.

 

Pemandangan pulau-pulau berganti dengan pemandangan Pulau Sebesi. Pulau ini letaknya berada di sebelah selatan dari Pulau Sebuku dan timur Pulau Serdang dan Pulau Legundi.Hal yang menjadi perhatian adalah menjulang tinggi dengan kokohnya Gunung Sebesi.

Pulau Sebesi, disinyalir berdiri di lereng Gunung Sebesi yang tingginya 884 meter dpl. Secara administratif, Pulau Sebesi berada dalam wilayah Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Raja Basa, Kabupaten Lampung Selatan. Luas pulaunya 2.620 ha dengan panjang pantai 19,55 km. Bersama Pulau Sebuku, Sanghyang, Lagundi, dan Anak Krakatau, Pulau Sebesi ini termasuk kedalam wilayah Kepulauan Krakatau yang terletak di Teluk Lampung, Selat Sunda. Pulau yang menjadi tempat para wisatawan untuk bermalam ini memiliki empat dusun, yaitu Dusun Bangunan, Dusun Inpres, Dusun Regahan Lada, dan Dusun Segenom.

Hayun namanya, salah seorang warga Pulau Sebesi yang biasa menangani wisatawan yang hendak berlibur ke Anak Krakatau. Dari jauh-jauh hari wisatawan telah melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Pak Hayun untuk memesan kapal motor, penginapan, makanan dan ranger untuk pemandu di Anak Krakatau. Sehingga begitu sampai pulau, wisatawan tidak susah mencari penginapan.

Salah satu alternatif yang diberikan oleh Pak Hayun apabila ada rombongan wisatawan yang tidak mendapatkan penginapan adalah dengan merekomendasikan rumah warga. Tidak ada salahnya apabila wisatawan menginap di rumah warga, karena kesempatan ini bisa dijadikan untuk berbaur dengan warga dan mengetahui Pulau Sebesi lebih jauh lagi.

Melihat segala fasilitas yang telah disediakan Pulau Sebesi, pulau ini bisa dijadikan rekomendasi untuk menghabiskan waktu libur. Pulau ini sudah tersentuh oleh peradaban, sehingga tidak perlu mempersiapkan barang bawaan yang berlebihan. Penginapan pun bisa dibilang memadai dengan fasilitas dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu ruangan kosong, dan teras lengkap dengan meja dan kursi untuk menikmati Pantai Sebuku, matahari terbit serta keindahan bulan purnama.

Banyak juga pemburu yang datang ke pulau ini hanya untuk sekedar memburu babi hutan. Karena ini adalah pulau terpencil, tidak sedikit hewan-hewan liar yang berada di pulau ini. Bagi yang ingin berburu diwajibkan untuk membawa seluruh peralatan secara lengkap sampai dengan ke peralatan memasak. Karena warga sekitar akan menolak mentah-mentah apabila peralatan masak mereka digunakan untuk memasak daging babi hutan.

Salah satu yang masih perlu diperhatikan adalah listrik. "Listrik di pulau ini baru nyala dari mulai sore menuju malam," ujar Pak Hayun.

Selain menikmati pemandangan alam, jangan lewatkan untuk menikmati pemandangan alam bawah laut di pulau-pulau ini. TIdak jauh dari Pulau Sabesi ada Pulau Kumang-kumang, pulau ini banyak diminati oleh para wisatawan untuk snorekling. Aneka coral mencuri perhatian, terumbu karang, hewan-hewan laut seperti ikan nemo pun menampakkan diri ingin ikut diajak bermain.

Untuk bisa snorekling, wisatawan harus membawa sendiri peralatannya, karena pulau ini tidak menyediakan penyewaan alat-alat snorekling seperti di Pulau Seribu. Ketika menikmati kehidupan bawah laut, akan timbul banyak pertanyaan tentang apa dan bagaimana kehidupan disana. Hati-hati dengan segala apa yang ada di bawah laut, karena ketidak tahuan tersebut. Jika sial, ketika snorekling wisatawan bisa menabrak karang, terkena bulu babi, tersengat ubur-ubur, bahkan terkena racun dari hewan, tumbuhan dan karang.

 

Selain Pulau Kumang-Kumang, ada pula Pulau Panjang yang menjajikan keindahan bawah Laut. Pulau ini tidak jauh dari Pulau Rakata, dan  Anak Krakatau. Pulau ini memiliki air yang lebih jernih dan arus yang lebih tenang dibandingkan dengan Pulau Kumang-Kumang. Ada pilihan hanya sekedar berenang di pinggir pantai atau snorekling. Yang perlu diperhatikan adalah, di pulau ini hidup biawak. Sehingga tidak menutup kemungkinan ketika snorekling bertemu dengan biawak.

Karena pulau ini dekat dengan Anak Krakatau, maka sesekali kita akan mendengan bunyi seperti halilintar yang berasal dari gunung tersebut. Sampai saat ini Anak Krakatau memang masih melakukan kegiatan vulkanik, sehingga masih dibilang gunung berapi yang aktif.

 

Luas Anak Krakatau adalah 320 Ha.Apabila melihat dari sejarah vulkanologi Pembentukkan komplek Gunung Krakatau pada masa prasejarah diawali dengan adanya sebuah gunung api besar yang disebut Krakatau Besar dengan bentuk seperti kerucut. Ratusan ribu tahun yang lalu terjadi sebuah letusan dahsyat yang menghancurkan dan menenggelamkan lebih dari 2/3 bagian dari Krakatau. Akibat letusan tersebut menghasilkan tiga pulau kecil yaitu Pulau Rakata, Pulau Panjangm dan Pulau Sertung.Pertumbuhan lava yang terjadi di dalam kaldera Rakata membentuk dua pulau vulkanik baru yaitu Pulau Danan dan Pulau Perbuatan.

Pada 27 Agustus 1883 terjadi letusan besar dan menghancurkan sekitar 60% tubuh krakatau di bagian tengah. Hal tersebut menyebabkan timbulnya lubang kaldera dengan diameter +/- 7Km dan menyisakan tiga pulau kecil yaitu Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang.

Kegiatan vulkanik terus berlangsung. Pada tahun 1927-1929 muncul sebuah dinding kawah ke permukaan laut sebagai hasil erupsi.Pertumbuhan ini terus berlangsung sehingga membentuk pulau yang bernama Anak Krakatau.

Untuk menikmati Anak Krakatau ini, wisatawan harus menyewa seorang ranger yang mengelola Cagar Alam Krakatau. Seorang ranger bernilai 200 ribu rupiah, bertugas untuk menunjukkan arah dan memantau para wisatawan. Pendakian hanya bisa dilakukan sampai di bibir kawah bekas letusan tahun 1992 pada patok nomor 12 atau pada ketinggian 120 meter dpl.

Dari patok nomor 12 ini, tersaji sebuah pemandangan bagaikan sebuah lukisan. Betapa pesona negara kepulau ini terwakilkan oleh pulau-pulau yang ada di Lampung Selatan. Ini hanyalah sebagian kecil dari keindahan yang dimiliki oleh Indonesia. Masih ada ribuan pulau di Indonesia yang jelas memiliki misteri dari keindahan yang diciptakan oleh Ilahi.




Sumber pelengkap:
id.wikipedia.org
komunitaspers.blog.dada.net
jengjeng.matriphe.com
papan informasi di Cagar Alam Krakatau

Kamis, 10 Juni 2010

Pulau Biawak, Tujuan Wisata yang Menjanjikan

 
Senin, 18 Mei 2010. Sinar matahari sore penghantar senja, ikut mengantar sebuah perahu bernama "Cahaya Hati" merapat ke Dermaga Pulau Biawak. Dermaga kokoh yang telah berdiri sejak tahun 2006 lalu, seolah menyambut perahu yang dikemudikan oleh seorang nelayan dan kedua anak buah kapal serta tujuh penumpang lainnya. Setelah merapat, satu persatu penumpang turun dari perahu menuju dermaga.

Keindahan alam Pulau Biawak ini menjadi sebuah tontonan tersendiri untuk para penumpang yang telah terombang-ambing di tengah Laut Jawa selama kurang lebih 5 jam ini. Kejernihan dan gemercik air laut, putihnya pasir pantai, dan pesona pulau biawak mampu menghipnotis para pendatang yang notabene berasal dari kota.Tidak luput dari pandangan adalah sebuah mercu suar yang menjulang tinggi, bagaikan seseorang yang siap menerima para wisatawan. 


 

Para biawak pun keluar dari balik pepohonan menuju hamparan pasir putih seolah-olah ingin mengatakan " Selamat datang di Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Pulau Biawak". Keluarnya penghuni pulau ini pun tidak lepas dari jepretan kamera para pendatang.

Pulau biawak ini adalah sebuah gugusan pulau yang terletak di Laut Jawa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pulau ini mempunyai letak geografis  06°56’022’’ LS dan 108°22’015’’ BT.

Untuk mencapai pulau ini, para pendatang dan wisatawan bisa menggunakan kapal motor dari Pantai Song Indah, Indramayu. Sebelum menuju pulau ini, diwajibkan untuk melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Indramayu. Hal ini dikarenakan, perairan di Laut Jawa terkenal dengan gelombang yang cukup berbahaya. Sehingga melalui dinas ini, para pendatang atau wisatawan bisa mendapatkan izin, informasi dan hal-hal yang dibutuhkan untuk menuju Pulau Biawak. Selain itu para wisatawan tidak perlu repot untuk mencari perahu, karena dinas ini juga telah menyiapkan sebuah perahu dengan tujuan Pulau Biawak.

Pulau Biawak adalah pulau terpencil yang dikelilingi oleh perairan Laut Jawa. Sehingga bagi para wisatawan yang ingin berlibur di pulau ini, harus mempersiapkan secara matang fisik dan perbekalan selama liburan.

Dinas Perikanan dan Kelautan Indramayu sebenarnya terlah memberikan fasilitas yang cukup lengkap untuk menjadikan pulau ini sebagai tempat tujuan wisata. Selain dermaga, pulau ini juga telah memiliki bungalow untuk para wisatawan, jalan setapak yang telah menggunakan semen dan posko keamanan. Seorang pemandu pun telah disiapkan untuk para wisatawan.

Fasilitas-fasilitas tersebut merupakan salah satu perwujudan dari fungsi KKLD Pulau Biawak yakni fungsi pengembangan ekonomi masyarakat, disamping fungsi konservasi dan fungsi pendidikan serta riset. Fungsi ini berkaitan dengan senua aspek pemanfaatan sumberdaya alam KKLD untuk pemanfaatan tradisional, wisata, pendidikan, budaya dan lainnya yang berkelanjutan (ramah lingkungan). Kegiatannya dapat berupa wisata bahari seperti diving, snorkling, dan memancing; wisata alam seperti melihat hutan mangrove dan pengamatan biawak; wisata pendidikan seperti hiking, outbond, fotografi, pengenalan tumbuhan dan alam; dan wisata budaya serta sejarah.

Berbicara soal sejarah, di pulau ini memiliki satu makam yang biasa didatangi untuk sekedar ziarah. Makam tersebut adalah makam Syekh syarif Khasan. Konon katanya beliau adalah pengikut dari Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, salah satu dari sembilan orang penyebar agama Islam terkenal di Pulau Jawa yang dikenal dengan sebutan Wali Sanga.


Kurangnya minat wisatawan dan letak Pulau Biawak yang terpencil membuat beberapa fasilitas menjadi tidak terurus. Bungalow yang seharusnya menjadi penginapan para wisatawan, tidak terurus dan ditumbuhi oleh tumbuhan liar. Sulitnya akses juga menyebabkan bangunan bangunan di pulau ini rusak termakan usia. Untuk mendapatkan air bersih di pulau ini hanya terdapat satu sumur di tempat tinggal penjaga mercu suar, cara lainnya adalah dengan menampung air hujan.Begitu pula dengan listrik listrik, pulau ini baru bisa menggunakan listrik pada pukul 19.00 W.I.B. dengan menggunakan tenaga generator.

Adalah Sumanto, seorang penjaga mercusuar yang tinggal seorang diri di pulau biawak ini. Bertahun-tahun Pak Manto hidup bersama kurang lebih 300 ekor biawak, sehingga ia sudah menganggap biawak adalah anaknya sendiri.Setiap pagi dan sore Pak Manto menjaring ikan untuk memberi makan para biawak yang berada di pesisir pantai.
"Kalau saya bosan, terkadang ikannya saya ikat dengan benang. Sehingga ketika si bibi (ucapan Pak Manto untuk biawak) mendekati ikan, ikannya saya tarik dan bibi pun mengejar," kisahnya.


 

Hal ini lah yang menyebabkan biawak yang berada di pesisir pantai tidak se-liar biawak yang tinggal di tengah pulau. Para biawak yang tinggal di tengah pulau harus mencari sendiri ikan segar untuk makanannya..Walaupun mereka tidak menyerang manusia, para wisatawan dihimbau untuk tetap menjaga jarak dengan biawak, terutama ekornya. Apabila merasa terancam biawak akan mengibaskan ekornya.

Mercu suar yang dijaga oleh Pak Manto adalah peninggalan dari pemerintahan Kolonial Belanda yang dibangun oleh Z.M. Willem III pada tahun 1872. Mercusuar ini dibangun pada saat itu dikarenakan pulau ini sangat berbahaya bagi alur pelayaran kapal-kapal laut yang melintas di kepulauan tersebut. Mercu suar ini menggunakan tenaga matahari dan terus menyala selama 24 jam.


 

Melalui izin dari Pak Manto, wisatawan diperbolehkan menaiki mercu suar setinggai 65 meter tersebut. Bangunan yang sudah berdiri ratusan tahun ini terlihat sangat rapuh. Beberapa tahun lalu, anak tangga di mercusuar ini mulai rusak dan diganti dengan yang baru, sehingga apabila diperhatikan dengan seksama akan terlihat perbedaan motif antara anak tangga yang baru dengan yang lama. Mengantisipasi kerapuhan, pak manto hanya mengijinkan tiga orang saja untuk naik secara bergantian.

Dari atas mercusuar ini, terlihat keindahan Pulau Biawak secara keseluruhan. Kedatangan dan kepergian matahari pun akan lebih memesona apabila dilihat dari puncak mercu suar. Terlihat jelas hutan mangrove dibeberapa sudut pulau.

Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut. Tumbuhan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Umumnya mangrove mempunyai sistem perakaran yang menonjol yang disebut akar nafas (pneumatofor). Sistem perakaran ini merupakan suatu cara adaptasi terhadap keadaan tanah yang miskin oksigen atau bahkan anaerob. Hutan ini sering dijadikan habitat oleh satwa liar yang hampir punah, salah satunya adalah biawak.



Pak Manto akan dengan senang hati membawa wisatawan untuk berkeliling pulau dan menikmati keindahan hutan mangrove. Setelah berjalan sepanjang 2km menuju sebuah pos yang sudah tidak terawat lagi, maka wisatawan akan segera disuguhkan tempat yang cocok untuk melakukan kegiatan wisata bahari.

Selain keindahan diatas pulau, pulau yang dulunya mempunyai nama Pulau Rakit atau Pulau Boompijs juga menyuguhkan keindahan bawah laut. Terumbu-terumbu karang dan biota bawah laut lainnya seolah membawa wisatawan menuju negeri bawah laut yang tersembunyi. Banyak sekali yang bisa dilihat dan diketahui ketika kita menyelam ke dasar laut. Jangan khawatir apabila lelah saat snorekling, ditengah lautan ada sebuah karang besar yang bisa dijadikan tempat peristirahatan.




Dermaga



Sunrise di Pulau Biwak




Sumanto,

Siapa sangka Indramayu memiliki pulau "perawan" yang begitu eksotis seperti Pulau Biawak.


Sumber data pelengkap:
www.lablink.or.id
www.wikipedia.com
dhamadharma.wordpress.com

Sabtu, 17 Januari 2009

Dugem Belajar Menulis: Cheap Traveler

http://www.dugembelajarmenulis.multiply.com
ini adalah blog tugas melissa dan aisha
disini kami coba2 untuk memberikan informasi tentang jalan-jalan murah meriah
kasih komen yah,,,
terima kasih
sangat amat ditunggu pastisipasinya.